KPK Diminta Periksa Gubernur NTT, Dirut dan Mantan PLT Dirut Bank NTT

  • Bagikan
PenaIndonesia

Jakarta,PenaIndonesia.com – Pegiat anti korupsi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Madani Nasional
(AMMAN) FLOBAMORA, Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK), Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT kembali meminta Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat; Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan Mantan Direktur Pemasaran Kredit sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Absalom Sine. Rabu, (29/12/2021)

 

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut mereka, ketiga orang tersebut diduga menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas potensi kerugian yang dialami oleh P.T. Bank NTT.

 

Untuk diketahui, dari Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) pada Bank NTT yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tanggal 14 Januari 2020, potensi kerugian yang dialami oleh Bank NTT kurang lebih 250 Miliar Rupiah.

 

Banyak kredit bermasalah yang gagal bayar dan ujung-ujungnya memaksa management Bank NTT harus
melakukan tindakan hapus buku. Yang menarik adalah ada pola yang hampir sama atau mirip dalam setiap masalah kredit macet yang berujung pada tindakan hapus buku, yang pada intinya adalah management Bank NTT mengabaikan prinsip kehati-hatian. Dalam LHP tersebut, BPK
menyimpulkan bahwa pengelolaan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit komersial, menengah
dan korporasi tahun 2018 dan 2019 (s.d. semester I) dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan
yang berlaku dalam semua hal yang material.

Baca Juga :   Kapolres Rote Ndao : Aniaya YJD, Jabatan Kapolsek RBD di Copot.
  • Bagikan