FKBNTT Sesalkan Perdebatan Gubernur NTT Dengan Tokoh Masyarakat Sumba

Reporter : Dedy
Editor : Redaksi

  • Bagikan
Ketua FKBNTT Arsad Abdullah Arkiang
Ketua FKBNTT Arsad Abdullah Arkiang

JAKARTA, PENA-INDONESIA.COM – Sehubungan dengan video yang sedang viral.. Forum Keluarga Besar (FKB) NTT menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas ucapan dan kata-kata hinaan yang disampaikan oleh seorang Gubernur.

Seorang pemimpin seharusnya menjadi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat NTT, bukan sebaliknya mengatakan hal yang tidak pantas dan tidak beretika kepada seorang masyakat sumba dengan sebutan kata “Monyet”. Ini kan tidak benar.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Ketua FKBNTT Arsad Abdullah Arkiang bahwa dengan menyatakan kata “Monyet” berarti telah merendahkan harkat dan martabat sebagai seorang manusia ciptaan Tuhan.

“Sebagai masyarakat NTT, kami sanggat menyesalkan mempunyai seorang pemimpin yang selalu memarahi lawan bicaranya dengan mengatakan kata-kata yang kasar dan tidak beretika kepada sesama orang NTT, dan ini yang tidak boleh lagi terjadi dikemudian hari”, ujar Arsad

“Ingat kita ini punya adab, etika, moral dan sopan santun dalam berkomunikasi, yang harus gunakan dalam berdialog untuk menyelesaikan setiap persoalan yang di hadapi. Jangan mengedepankan emosional dan nafsu yang selalu ditunjukan”, kata Arsad.

Baca Juga :   Dua Tahun kepemimpinan Gubernur VBL dan Wagub JNS, Presiden RI Jokowi Kunjungi NTT Lima Kali

Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik secara kekeluargaan, bukan dengan cara prontal. Sekali lagi ini adalah contoh dan teladan yang tidak baik bagi seorang gubernur.

Dan tentunya kita juga tidak ingin generasi-generasi pemimpin NTT mendatang mengikuti sikap seperti ini. Demikian yang dapat kami sampaikan keprihatinan kami atas matinya moral dan etika pada seorang Pemimpin”, tutup Arsad

  • Bagikan